Tensimeter Aneroid

Pengukuran tekanan darah secara konvensional memang masih dibutuhkan, terutama pada bidan, dokter ataupun perawat. Tensimeter aneroid merupakan alat pengukuran manual yang saat ini masih digunakan di rumah sakit, beberapa kelebihan masih diliputi oleh perangkat tua ini yaitu akurasi.

Presisi dan akurasi yang sangat tinggi menjadi sebuah keharusan terutama di rumah sakit, data yang diambil harus valid untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Salah satu yang menyebabkan tingginya presisi pada tensimeter aneroid adalah penggunaan stetoskop. Stetoskop pada peralatan tensimeter aneroid berperan penting terhadap penentuan nilai tekanan darah, berbeda dengan tensimeter digital yang bergantung pada kekuatan mesin dan baterai.

Cara menggunakan tensimeter aneroid memang membutuhkan pengalaman khusus, dan tidak semua kalangan dapat menggunakannya. Diperlukan waktu hingga berminggu – minggu dalam mempelajari penggunaan tensimeter aneroid tersebut.

Tensimeter Aneroid

 

Kelebihan Tensimeter Aneroid

  1. Pengukuran maksimal 300 mmHG, sangat bermanfaat sekali untuk mengukur tekanan darah hipertensi tinggi. Bila tekanan darah bernilai 200 keatas, maka pasien harus melakukan pengobatan segera.

  2. Presisi Tinggi. Tensimeter Aneroid memiliki keunggulan pada nilai yang tidak berubah – ubah (konsisten), berbeda dengan tensimeter lain yang tidak dapat mempertahankan nilai. Presisi sangat penting, pengukuran pertama dan pengukuran kedua tidak boleh memiliki selisih lebih dari 5 angka.

  3. Akurasi sangat berkaitan dengan presisi, tensimeter aneroid memang banyak digunakan di rumah sakit, klinik, dan perawat karena alasan ketepatan data.

 

Prosedur Pemeriksaan Menggunakan Tensimeter Aneroid

Pemeriksaan menggunakan tensimeter aneroid memang membutuhkan keahlian, namun kami juga memberikan tips panduan untuk menggunakan tensimeter aneroid :

  1. Pasanglah manset di lengan atas. Batas bagian bawah manset sekitar 2- 3 cm dari lipatan siku. Pemasangan pada lipatan 2- 3 cm ini bermaksud untuk mengukur letak pembuluh darah.

    Cara Menggunakan Tensimeter Aneroid
  1. Berikan instruksi kepada pasien untuk rileks, dan tidak boleh tegang. Pemeriksaan juga dapat dilakukan pada saat berbaring ataupun duduk

  2. Pasang stetoskop dan tempelkan pada lengan, tepatnya di bawah manset

  3. Pompa hingga jarum menunjukan 140 mmHG (batas normal tekanan darah manusia), bila pada saat memompa masih terdengar suara ketukan, maka dinyatakan hipertensi. Untuk mendapatkan nilai diastolik, remaslah hingga tidak terdengar bunyi dan catat.

  4. Kemudian lepaskan tensimeter hingga dalam keadaan 0, bila pada saat tersebut terdengar bunyi denyut nadi maka dapat digunakan sebagai data sistolik. Tekanan sistolik normal adalah 90 mmHG, bila terjadi diatas nilai tersebut dapat dipastikan pasien mengalami hipertensi dan sebaliknya.

 

Rekomendasi Tensimeter Aneroid

Berbagai merk tensimeter yang sangat terkenal seperti tensimeter aneroid abn, reister dan lain – lain. Mitra kami memiliki sebuah rekomendasi tensimeter aneroid terbaik, dan memiliki masa rusak yang cukup lama, diantaranya :


Beberapa produk tensimeter aneroid yang kami tawarkan berkualitas terbaik, untuk informasi dan pemesanan silahkan hubungi Costomer Service kami.


Tags: ,