Bahaya Saraf Terjepit

Saraf terjepit sering menjadi keluhan sebagian masyarakat, terutama bagi yang berusia lebih dari 40 tahun. Di samping sudah mulai melemahnya kinerja organ tubuh, pekerjaan yang mengharuskan tubuh bergerak gesit membuat saraf menjadi mudah terjepit. Selain itu, berat badan yang berlebih, postur tubuh yang tidak bagus, sering bermalas-malasan, dan mengalami cedera juga menjadi penyebab terjepitnya saraf. Pada saat saraf mengalami penjepitan, akan ada banyak sekali bahaya yang ditimbulkan. Berikut ini beberapa di antaranya:

Terjadinya Mati Rasa

Saraf merupakan salah satu bagian tubuh yang sangat penting. Perannya di dalam tubuh sebagai pengantar berbagai sinyal hingga semua organ tubuh bisa bergerak. Jika saraf ini mengalami penjepitan, sudah pasti saluran sinyal menjadi terhambat. Sinyal yang seharusnya diantarkan menjadi tidak tersalur sebagaimana mestinya. Itulah yang menyebabkan mati rasa untuk organ yang salah satu sarafnya terjepit.

Terjadinya Kerusakan Saraf

Pada saat saraf terjepit dan tidak segera diobati, maka saraf tersebut akan mengalami kerusakan. Padahal, jika saraf sudah rusak, maka akan ada dampak negatif lainnya terkait organ di sekitarnya. Kondisinya yang terjepit juga akan membuatnya permanen dalam posisi tersebut.

Terjadinya Sensasi Kesemutan

Tidak hanya mati rasa, saraf yang terjepit juga akan menyebabkan munculnya kesemutan pada organ tertentu. Rasa ini sering muncul pada bagian kaki dan tangan. Saraf yang terjepit tidak akan mampu menopang tubuh dengan sempurna. Itulah mengapa pada bagian kaki sering terjadi kesemutan. Lebih parahnya lagi, saraf terjepit juga akan menyebabkan kaki mudah terkena kram.

Timbulnya Rasa Terbakar

Sama seperti rasa kesemutan, rasa terbakar juga akan muncul pada kaki maupun tangan di mana saraf tersebut terjepit. Tentu hal ini akan mengganggu kenyamanan Anda dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.

Berkurangnya Fungsi Otot Kaki dan Lengan

Pada kondisi normal, seseorang akan dapat menggerakkan kaki maupun lengan dengan maksimal. Namun, pada saat ada saraf yang terjepit, maka fungsi otot dari kedua organ ini menjadi berkurang. Seseorang akan kesulitan untuk menggerakkan tangan mapun kaki. Daya refleks di keduanya menjadi tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini tentu saja akan sangat menghambat Anda dalam melakukan berbagai aktivitas harian.

Lumpuh

Dalam kondisi parah, saraf terjepit juga bisa menyebabkan terjadinya kelumpuhan. Organ yang seharusnya bisa bekerja aktif menjadi lumpuh total karena saraf yang terjepit tersebut tidak segera diberikan pengobatan. Kondisi seperti ini hampir sama dengan mati rasa. Hanya saja, lumpuh merupakan kondisi paling parahnya.

Komplikasi Jaringan Saraf

Dalam menjalankan tugasnya sebagai penyalur sinyal, saraf tubuh akan membentuk jaringan-jaringan yang saling berhubungan satu sama lain. Saat salah satu saraf mengalami gangguan, secara otomatis, jaringan saraf di tempat tersebut juga akan terganggu. Jika hal ini tidak segera diatasi, maka akan berbahaya bagi jaringan saraf lain yang saling berkaitan. Pada akhirnya, komplikasi jaringan saraf pun akan terjadi.

Itulah beberapa bahaya jika Anda mengalami saraf terjepit. Kesemuanya itu akan dapat memberikan dampak negatif, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Dalam jangka pendek, berbagai aktivitas akan sedikit terganggu meskipun masih bisa ditahan. Namun, jika hal ini tidak segera diobati, dalam jangka panjang, kelumpuhan bisa akan Anda alami secara permanen. Jika hal ini terjadi, sudah pasti aktivitas pekerjaan Anda menjadi berhenti total.

Oleh karena itu, jika Anda sudah merasakan beberapa tanda awalnya, segera lakukan perawatan, baik saat masih di rumah maupun setelah diperiksakan ke dokter. Hanya saja, tidak banyak orang yang mengetahui ciri-ciri saraf yang terjepit. Sebagai informasi tambahan, pada saat saraf terjepit, sebenarnya organ tubuh yang lain telah memberi sinyal kepada Anda. Beberapa sinyal tersebut antara lain munculnya rasa nyeri di bagian pinggang, leher, bahu, atau bagian tubuh lainnya.

Nah, jika Anda merasakan hal tersebut, jangan anggap sepele. Segera lakukan langkah-langkah preventif, misalnya dengan mengonsumsi obat nyeri, kemudian datanglah ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, jika saat masih di rumah Anda sudah mengalami kesemutan, mati rasa, dan sebagainya, lakukan penanganan seperti memakai bidai sebelum datang ke dokter. Hal ini dilakukan agar saraf yang sedang terluka dapat beristirahat sejenak.



Tags: ,